DARING TANGGAL : 29 JULI 2021 

PERTEMUAN KE 2

KOMPETENSI INTI

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)  berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

KOMPETENSI DASAR

3.1 Memahami pengetahuan tentang jenis, sifat, karakter dan teknik pengolahan bahan lunak (tanah liat, getah, lilin, clay polimer, clay tepung, plastisin, parafin, gips dan lain-lain),

4.1 Memilih jenis bahan dan teknik pengolahan bahan lunak yang sesuai dengan potensi daerah setempat (misal: tanah liat, getah, lilin, clay polimer, clay tepung, plastisin, parafin, gips dan lain-lain

KERAJINAN BAHAN LUNAK

B. JENIS DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN LUNAK 

Beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk  kerajinan terbagi

menjadi dua jenis sebagai berikut

1. Bahan Lunak Alam 

Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam

sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami maupun dikombinasi dengan bahan

buatan. Berikut adalah bebapa jenis bahan lunak alam dan karakteristiknya :


a. Tanah Liat 




Tanah liat memiliki warna yang beragam, tetapi semuanya merupakan warna natural tanah, yaitu cokelat. Tanah yang mengandung kaolinlebih banyak akan berwarna lebih putih, stoneware lebih kehitam/keabu-abuan,sedangkan earthenware lebih terlihat cokelat kemerahan. 

Tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga

1300OC, sedangkan earthenware hanya sampai 900OC

Campuran tanah liat adalah air. 

Pewarnaan tanah liat dapat dilakukan dengan glasir

(pembakaran tinggi hingga 1300OC), dapat pula hanya dibakar bisquit (900 OC) 

lalu diberi warna cat langsung. 

b. Kulit 




Kulit berasal dari kulit hewan yang sudah  

tersamak sehingga mudah dibentuk. 

Kulit ada yang berwarna hitam, putih, cokelat  

ataupun krem, sesuai dengan hewan yang dikuliti. 

Kulit alami jika terbakar akan berbau sate. 

Kulit tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit. 

c. Getah Nyatu 



Getah nyatu merupakan getah dari pohon nyatu  

yang berwarna putih. 

Warnanya yang putih memudahkan untuk diberi  

warna warni. 

Jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar lunak  dan elastis. 

Jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan  mengeras. 

d. Flour Clay 



Flour clay berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga kalis dan mudah dibentuk. 

Flour clay juga dicampur dengan air. 

Kerajinan dari flour clay tidak tahan air, karena jika terkena air kan  mudah rusak. 

Pewarnaan flour clay dapat dilakukan dengan pewarna makanan atau sintetis agar

muncul warna- warna yang cemerlang. 

2. Bahan Lunak Buatan 

Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah  dan dicampur

dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut,  empuk, dan mudah dibentuk.


Berikut adalah bebapa jenis bahan lunak alam dan karakteristiknya :

a. Polymer Clay dan Plastisin 



Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang  

serupa, memiliki aneka warna yang cerah, dan  

bertekstur padat lunak. 

Yang membedakan hanya pada polymer clay  

tidak mengandung minyak, sedangkan plastisin  

mengandung minyak. 

Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan plastisin

tetap seperti semula. 

b. Fiberglass 



Fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan mengeras. 

Fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras. 

Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak/dicor. 

Campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat fiberglass dapat

cepat mengeras. 

Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun saat bahan

mengering. 

Fiberglass tahan lama dan kuat. Wujudnya bening sebening kaca atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air. 

c. Lilin dan Parafin 




Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika  dipanaskan akan mencair. 

Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan parafin  dilakukan dengan

cara cetak/cor. 

Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair. 

Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi tertentu untuk menambah

sensasi saat digunakan. 

Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan dicetak kembali. 

d. Gips 



Wujud bahan gips adalah bubuk, dicampur dengan air menjadi adonan yang kental.  

Pewarnaan gips biasanya setelah produk jadi. 

Gips mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya dengan bahan ini. 

e. Sabun 



Sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat padat. 

Sabun dapat pula diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti flour clay. 

Sabun yang didiamkan akan mengeras. 

Pewarnaan sabun dilakukan dengan mempertahankan warna sabun atau dapat pula

ditambah biang warna saat sabun dibuat adonan 


Sumber : Buku Paket Prakrya Kurikulum 2013 Edisi Revisi



LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


Nama                 : 

Kelas                  : VIII- A/B 

Mata Pelajaran : PRAKARYA 

Petunjuk :  

1. Tulislah nama dan pilih kelas anda pada kolom yang telah tersedia. 

2. Bacalah materi dalam LKPD berikut dengan baik dan cermat. 

3. Carilah sumber belajar lain, misalnya buku pelajaran atau internet. 

4. Kerjakan secara mandiri dan tanyakan pada guru apabila ada yang kurang jelas melalui media sosial (Messenger atau WhatsApp). 

5. Kerjakan latihan pada bagian akhir LKPD ini dengan teliti.

6. Kirimkan LKPD ini pada waktu yang telah ditentukan. 


I. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Menyatakan pendapat tentang keragaman karya kerajinan bahan lunak sebagai ungkapan rasa bangga sebagai wujud rasa syukur kepada tuhan dan bangsa; 

2. Memahami pengertian, sejarah, jenis, sifat, dari karakteristik kerajinan bahan lunak berdasarkan rasa ingin tahu dan peduli lingkungan; 

3. Memahami teknik pengolahan, prinsip perancangan, prosedur pembuatan dan penyajian/kemasan kerajinan bahan lunak berdasarkan karakter yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah setempat; dan 

4. Merancang, membuat, menguji dan mengomunikasikan produk kerajinan bahan lunak daerah setempat berdasarkan teknik dan prosedur yang tepat berdasarkan orisinalitas ide dan cita rasa estetis diri sendiri, dengan disiplin dan tanggung jawab. 


II. MATERI : BAB I. KERAJINAN BAHAN LUNAK 

A.Prinsip Kerajinan Bahan Lunak 

B. Jenis dan Karaktertistik Kerajinan Bahan Lunak 

     1. Bahan Lunak Alam 

     2. Bahan Lunak Buatan 

C. Proses Produksi Kerajinan Bahan Lunak 

1. Kerajinan Bahan Lunak Alam 

    a. Kerajinan Keramik 

    b. Kerajinan Kulit 

    c. Kerajinan Adonan Tepung (Flour Clay) 

    d. Kerajinan Getah Nyatu 

2. Kerajinan Bahan Lunak Buatan 

    a. Kerajinan Lilin 

    b. Kerajinan Fiberglass 

    c. Kerajinan Gips 

    d. Kerajinan Sabun 

    e. Kerajinan Polymer Caly 

D.Kemasan Produk Kerajinan Bahan Lunak 


III. SUMBER MATERI

Buku Prakarya Kelas VIII Semester 1, Edisi Revisi 2017


 IV. LATIHAN

       Silahkan klik link di bawah ini 👇


       https://forms.gle/CBUZ2bXizx687VZt7


Komentar